i wrote this poem when i’m in matric. when my world really on upside down. when i felt totally empty. when i’m confused about who i am. when i feel very bad. when i kept crying for no reason. this poem came out.
n now, i feel the same feeling as that time. n still, this poem make me cry…
Hatiku seperti laut
Imanku bak kaca
Bila diingatkan, teringat
Bila dibiarkan, terlupa
Cintaku pada ilmu hanyalah duniawi
Lupa tentang erti hakiki
Kemanisan iman hanya mampu kupelajari
Namun belum pernah kurasai
Tegasku tak pernah lama
Ajakan menggoda, terusku alpa
Maluku hanya sementara
Berbisik syaitan, robohlah jua
Umurku semakin tua
Namun ikhlas belumku jumpa
Taubatku sebentar, maksiatku sentiasa
Digamit dunia, lupaku tentang neraka
Ujian menimpa, baru kusedar erti hamba
Ajalku entah bilakan tiba
Bersediakah aku bila tiba masanya
Sayangkah lagiku pada dunia
Jika semuanya hanyalah ilusi semata
Islamkah aku hanya pada nama?